Wednesday, 15 January 2014

A Year of Life



Tahun 2013.  Well, time flies too fast. Cliche? Yes it is.

Tapi apa yang terjadi di tahun ini tidak berjalan klise.  Diantara sekian banyak kejadian, cerita, memori, mungkin akan sulit mendeskripsikan seperti apa tahun 2013 saya. Tapi satu hal yang pasti, LUAR BIASA J

Ya, luar biasa. Di tengah segala keterbatasan saya, Tuhan masih memberikan saya berkat yang begitu melimpah, yang tiada hentinya. Dia mungkin memang tidak memberikan berkatnya secara langsung, namun melalui orang-orang yang berada di sekitar saya. Tuhan menjamah dan mengingatkan saya melalui orang-orang yang dekat dengan saya. Manusia kadang berada di atas, kadang berada di bawah. Terkadang merasa bahwa Tuhan meninggalkan kita hambaNya. Rasanya masalah datang silih berganti tanpa henti.  Tapi sekali lagi, segala masalah, tantangan, dan cobaan yang diberikanNya, semua itu mungkin adalah caraNya untuk bisa lebih dekat dengan saya, dan semakin menguatkan. Percayalah, masalah dan cobaan lah yang membuatmu lebih kuat.

Hidup tak selamanya indah. Hidup tak selamanya bahagia. Hidup tak selamanya berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tapi hidup adalah rasa syukur. Dan rasa syukur itulah yang akan membuat kita merasa hidup kita indah dan bahagia. Rasa syukur itulah yang akan membuat kita merasa hidup. And let me write a few part of my-countless-blessing on this wonderful year.

Januari: akhirnya sidang! Akhirnya SE! Akhirnya hutang sama orang tua hilang satu. Hehe. Akhirnya ga perlu lagi bilang ke mama “mah, uang kuliah semester ini belum ya. Transfer ke blablabla” this is a new beggining for me. Panik, deg deg-an, tegang. Semua rasa itu hilang dan berganti dengan rasa bahagia dan syukur.

Februari: Wisuda. 7 februari 2013 GR Wisuda, 9 Februari 2013 Wisuda. Dan tidak ada yang lebih membahagiakan lagi saat mama papa dan para sahabat datang menghadiri wisuda saya. Walau hujan deras, walau jauh, walau macet, walau penuh dan walau pusing tujuh keliling menghadapi balairung yang luar biasa penuh ditambah sinyal yang jelek. Betapa beruntungnya saya memiliki kalian semua, Mom, Dad, Cilla, Aek, Nadya, Retta, Collien, Ai, Adel, Rachel, Putri, Genti, Icun and accidentaly bertemu dengan anak balikpapan a.k.a Nandy. Last but not least, pertama kali bertemu Anggiyatma setelah entah kapan terakhir kali bertemu. Hehe. Dapat kado graduation pula nonton Heart Records for the first time, dan nonton sendiri, tapi tidak merasa sendirian. Being alone doesn’t mean that you are lonely, right? Hehe. Pertarungan mencari kerja #yang sesungguhnya# dimulai! Pertama kali datang ke Jobfair UI, sendirian, dan diakhiri dengan muntah dan masuk angin pas pulang. Di bulan ini juga kehilangan tante.

Maret: Sempat pada awal bulan rasanya sedih banget. Setelah gagal, setelah tahu sahabat yang kehilangan sahabatnya, plus lagi periode sensitifnya wanita setiap bulan, sudah pasti ketebak hasil akhirnya adalah: mewek. Lengkap. Haha. Di bulan ini juga mengunjungi kampus depok dan ikut Softskill Learning. Menyenangkan dan dapat ilmu. Out of expectation, tiba-tiba hujan-hujan ada yang nongol habis ngajar, bawa cimol. Mendung pun berubah menjadi derai tawa di dalam mobil penuh cerita, tukeran jajanan cimol dan mendoan, walau berakhir dengan tidak bisa pulang dan dimarahin mama. Tertawa selalu membawamu pada keindahan dalam hidup, tertawa bisa memulihkanmu, sejenak lepas dari penat yang dirasa.

April: 21 April itu buat orang-orang mungkin adalah hari Kartini. Begitu pula saya. tapi di balik tanggal 21 itu, awal yang indah dimulai. Pacaran? Bukan. Tunangan? Apalagi. Hanya bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan, lewat rasa yang Tuhan beri. I realize and feel the power of hugs. It will heals you. A lot. Pertama kali nonton drama musikal. Norak? I dont care. Haha.

Mei: Cilla ulang tahun. Satu tahun kebahagiaan baru bagi sahabat, berarti satu tahun tambahan kebahagiaan buat saya juga. Berkumpul bersama sahabat tersayang itu rasanya waktu berjalan cepat.  Pertama kali ke rumah baru nya Cilla di Cirendeu setelah interview di Kelapa Gading. Pulang malam gara-gara seru ngobrol. Dimarahin mama? Udah pasti. Joy juga ulang tahun. Mulai ngajar nari. Ketemu krucil-krucil dengan segala tingkah lakunya yang gemes itu selalu membuat bekerja terasa seperti bermain.

Juni: Akhirnya setelah kurang lebih latihan 3 bulan, jadi juga nonton Anggiyatma di panggung Monas yang super duper luar biasa tinggi, tajam dan besar! Lihat Batak Papua satu itu jadi orang Cina? Hanya ada di Panggung Ariah sepertinya. Hehe. Ketemu sahabat-sahabatnya, seru bisa nonton lesehan sama orang-orang Jakarta lainnya. Naik bis mau ke Monas dari FX sampai harus muter ke Grogol gara gara ga ada Busway dan jalan ditutup gara-gara JakCarnaval. Harum suasana ulang tahun Jakarta tahun ini tercium, setelah tahun-tahun sebelumnya saya selalu apatis.

Juli:  Tetap ngajar nari, tetap jadi Wedding Organizer, tetap mencari pekerjaan tetap karena buat orang tua, yang namanya bekerja itu harus ke kantor setiap hari. Ada apa di Juli? Hmmm sejujurnya sih agak lupa. Haha.

Agustus: Akhirnya bisa lihat keponakan secara langsung! Lucu? Iya! Cakep? Iya! Siapa dulu tantenya! Hahaha. Di bulan ini juga ikut persiapan nikahan klien di bulan September. Mba Maya dan Mba Ria ulang tahun. Eleora juga ulang tahun.  Selalu bahagia melihat orang di sekitar kita berulang tahun J

September: Cilla ke kuala lumpur. Berasa jauh? Iya. Kangen? Apalagi. But true bestfriends will stick together even oceans seperate us. Setelah selama kurang lebih 2 atau 3 tahun bekerja di Artea Event Organizer, akhirnya pertama kalinya kerja ke Bali! Yeay! Super excited, feel so bleesed walaupun pulang membawa luka karena tangan kebeler kaca kamar mandi yang bikin nyut-nyutan berhari-hari sampai harus di perban karena infeksi. Di balik suka selalu ada duka dan di balik duka selalu ada suka.

Oktober: Anggiyatma Parthian Mezzofanti Tobing ulang tahun. Pagi pagi buatin sarapan, naik ojeg, bis, angkot. Capek nya hilang waktu ngelihat yang ulang tahun keluar rumah dan dia merasa dibohongi. Haha. Maaf ya. Tapi klo ga kaya gitu nanti aku ketawan. Seharian di Graha, tiup lilin, makan malem bareng, ngobrol, nonton TV tapi diakhiri dengan ketiduran depan TV. Icun ulang tahun. Kakak Prisha ulang tahun. Nadya ulang tahun. 15 oktober Poypoy tunangan. Lagi banyak kerjaan. Tandanya, akan mau ada rejeki! Haha. Menyenangkan!

November: 27 november Icun tunangan, 30 november Riry dan Nome nikah. Disini saya mulai menyadari, ada satu tahap kehidupan lagi yang akan semakin dekat dengan lingkungan sekitar saya, dan saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk bisa mencapai tahap kehidupan ini, walaupun dimulai dengan melihat para sahabat terlebih dahulu.  Dari 4 minggu di bulan November, 3 minggunya datang sebagai tamu dan 1 minggu nya ngurusin orang lain nikahan. Judulnya Wedding Marathon. Artinya, I have to be prepared. Beware, one day, your day is coming.

Desember: 8 desember Icun nikah, 11 desember Poypoy pemberkatan nikah, 21 desember Poypoy resepsi. Bisa melihat satu per satu sahabat menjalani kehidupan barunya, bertemu dengan kawan lama itu selalu menyenangkan dan bertemu orang baru selalu memberikan warna baru dan pelajaran baru di dalam hidup. Walaupun natal ini dihinggapi rasa sedih, it doesn’t matter. I thank God, karena dengan begitu saya bisa belajar untuk bisa lebih dewasa dan selalu bersyukur.

Bahkan berlembar-lembar halaman pun tidak akan pernah cukup bagi saya untuk menuliskan semua berkat yang Tuhan berikan. He gave me ups and downs because He cares me. I know and i believe, this year He will give me a tremendeous blessing. Because He will guide me in every step of my life and because He loves me, He will spread me with love, prosperity, and joyful.

Monday, 4 November 2013

Gelap Kelam

Cerah yang tertutupi oleh awan hitam
Guntur menguakkan cahayanya
Menutupi indahnya samudera
Dan menaburkan kelam

Masa lalu menerjang
Menyapa dengan girang
Menusuk sukma
Menuai hampa

Hati meringkih
Membuka pedih
Tergores perih









Monday, 17 June 2013

Kerja Keras

Sendiri ku duduk termenung
Kelam temaram menyambut
Dikala sebagian tidur
Jiwa memejam
Raga bersentuhan dengan hamparan permadani
Sebagian terjaga
Memeras keringat tanpa kenal waktu

Hidup itu tentang usaha
Hidup itu tentang semangat
Hidup itu tentang percaya sesuatu
dan menaruhnya disini,
di pikiranmu

29 Nov 2012

Saturday, 11 May 2013

Satu Kali Lagi



Di hari sabtu ini, entah untuk yang keberapa kalinya, aku menghabiskan malam mingguku dengan dirimu. Di tengah tengah kerumunan manusia yang hilir mudik dalam dunia langit warna warni menghiasi putihnya awan setelah hujan yang turun. Dalam tempat ini, sekelompok orang bercengkrama, yang lainnya lagi terlalu sibuk dengan dunianya dengan benda hitam mungil pintar miliknya. Seseorang terduduk mematung di sudut ruangan ditemani youghurt yang hampir habis dimakan. Bukan. Bukan dimakan olehnya, namun dimakan oleh waktu. Melebur menjadi satu dengan butiran butiran pemanis yang menggelitik lidah melengkapi keasaman sang youghurt, sedangkan pemiliknya memandang tajam kertas yang terbentang di depannya, mengkerutkan dahinya menandakan keseriusannya. Dan disini, aku menatap cahaya terang di depan mataku, melihat sinar memancar keluar, menatapku penuh dengan kekakuannya dan akupun terus bernostalgia dengannya mengenai apa yang kurasa, apa yang kulihat, apa yang kuamati. Sekali lagi. Satu hari lagi. Satu waktu lagi. Aku menghabiskan waktu denganmu, tanpa pernah aku tahu kapan kau akan pergi dariku. Aku masuk ke dalam duniaku, dan kau pun merasuki duniaku.

Wednesday, 3 April 2013

Akhir yang Menjadi Awal

Sang fajar melengkungkan senyumnya pada dunia
Menyambut hari bahagia semesta
Di penghujung sisa waktunya

Setiap awal selalu memiliki akhir,
dan setiap akhir akan menuntun kita pada awal yang lebih indah

Menuntun pada harapan yang lebih besar
Menuntun pada cita-cita yang lebih tinggi
Menuntun pada cinta yang lebih abadi
Menuntun pada kehidupan yang lebih bermakna
Menuntun pada kebahagiaan yang tak berujung

Diiringi dengan alunan doa dan syukur pada setiap ayunan langkahnya,
serta usaha tak bertepi

Menatap masa depan dengan sejuta kejutannya
Membiarkan masa lalu tetap tertanam dalam hati,
bukan untuk dilupakan,
namun menjadikannya guru dan penyemangat dalam hidup

Menjadi guru saat terjatuh,
belajar dari kegagalan,
dan menjadi penyemangat untuk mencapai ambisi,
mengingatkan kita pada sejauh apa jalan yang sudah ditempuh,
untuk kembali bangkit mencapainya

Hidup ini seperti mengendarai sepeda
Kita harus terus mengayuhnya,
untuk membuatnya tetap seimbang agar kita tidak terjatuh,
Menjalani roda kehidupan
Hingga sang empunya kehidupan menuntun kita pada kehidupan abadi

31 Desember 2012
20:18

Wednesday, 27 March 2013

Rasa Syukurku Hari Ini

1. Terima kasih karena masih bisa menghirup udara pagi ini dan menikmati satu hari kehidupan baru
2. Terima kasih atas keluarga yang masih berada di sisi saya kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun saya
3. Terima kasih karena masih diberikan kesempatan untuk menjadi sopir Ibu Pejabat (baca: mama)
4. Terima kasih atas sahabat-sahabat yang Tuhan kirimkan.Sahabat lama, sahabat baru. I'm nothing without them. Terima kasih atas cinta, kasih sayang, perhatian, dan terlebih selalu setia menjadi teman ngobrol dan tempat curhat kapanpun, walaupun rasa lelah menghampiri diri kalian. 
5. Terima kasih karena masih bisa melihat foto-foto dan video super lucu dan menggemaskan hasil karya tulaangnya yoyaaa! haha. Video dan foto itu selalu berhasil membuat saya tertawa dan lupa dengan kata "marah" dan "kesal."
6. Terima kasih karena masih diijinkan dan dimampukan untuk menari
7. Terima kasih atas makanan super lezat hari ini yang temanya adalah ITALIANO! mamamia lezatos!
8. Terima kasih atas kegagalan yang saya terima hari ini. Karena dengan kegagalan ini, saya semakin tahu bagaimana sulitnya mencapai keberhasilan. Tetap semangat! dan harus terus bersemangat! Tuhan tidak pernah terlambat, juga tidak pernah terlalu cepat :)
9. Terima kasih akhirnya saya bisa menulis lagi di blog ini. hehe
10. Terima kasih karena cinta yang saya rasakan

Syukurilah apapun yang ada dalam hidupmu, sekecil apapun. Karena dengan begitu, kau akan merasakan betapa indahnya hidupmu :))

God bless!

Sinar yang Hilang

Di timur ku tertidur malam ini,
Menyaksikan kelam malam bertabur bintang terang,
bercengkrama dengan kesunyian yang mendendangkan irama ketenangan di kedua telingaku
Terbuai keindahan alam negeri di timur yang kaya dengan emas dunia

Lalu,
Sekejap bintang itu hilang,
Keindahan itu sirna,
dan malam itu, semua menjadi kelam, gelap, dan tak bercahaya
Terang itu pergi,
Sinar itu hilang,
Bintang itu lenyap,
dan tak akan kembali

Di saat aku disini
Di saat yang terlalu cepat
Di saat aku belum siap
Di saat aku masih membutuhkannya
Di saat aku masih menginginkan sinar itu
Untuk menghangatkan malamku,
mengisi malamku dengan sejuta sinarnya yang memancar indah

Hati ini hancur
Jiwa ini mati
Raga ini lunglai
Tubuh ini terbang bersama sang sinar
Namun berada pada dua dunia yang berbeda

Pergi tanpa sempat mengucapkan terima kasih
Pergi tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal
Pergi tanpa memberikan pelukan hangatnya padaku
Tanpa aku sempat mengucapkan betapa berartinya sinar itu bagiku

Tapi aku tahu, sinar itu tak akan pernah hilang dari dalam diriku
Aku tahu sinar itu akan selalu ada di sekelilingku,
kemanapun aku pergi,
Menghangatkanku,
Menerangiku,
Menjagaku,
Menuntunku,
Dan sinar itu akan tetap indah, selalu indah
Karena kau,
Sahabatku

*Siapapun kamu, seperti apapun kamu, bagaimanapun kamu, dan walaupun aku tidak pernah mengenalmu, aku yakin, dan sangat yakin, kamu adalah salah satu sahabat terbaik yang dimilikinya. Yang tenang dan bahagia di atas sana ya :))