Friday, 26 May 2017

Dia, waktu

Apakah salah jika seseorang meminta agar waktu diputar kembali? Agar segalanya tak terlalu lama, agar segalanya tak dimulai, agar bahagianya adalah indah, agar harapannya terus bertumbuh. Bukan harapan yang sirna dihancurkan penantian.

Nafas berhembus, doa terlantun merdu dengan mata terpejam. Setiap tetes air yang jatuh darinya tak lagi mampu bercerita tentang nestapa. Lalu, dimanakah waktu itu? Mengapa lantas dia menghilang? Tidakkah dia tau sang senja menghampiri, dan waktu tak lagi cerah.

Seandainya waktu tahu, tak seharusnya dia hadir. Ceritamu tak kan menjadi ceritaku dan senjamu bukanlah senjaku.

Sunday, 23 August 2015

Give Yourself-Your Time

Sometimes you need to be alone. Take some time and going somewhere out there. To the place where you've never been. Meet new people. Meet strangers. Even foreigners. Feel the air, feel the sun shine your barefoot. It will open your eyes how beautiful your life without someone else. And found out that you are the one and only one who is determine your happiness.. You dont need someone else to make you happy, because you know precisely what makes you happy. Well, excluding God, of course. He knows you more than you know.

Do whatever you want. Eat whatever you want. Fulfil your life with laughs and tears. Laugh as louder as you can and cry until you get tired. Open your heart. Be grateful. Every pain and difficulties lead you to a wonderful journey of life and one day you will realize how wonderful your life is. Believe that your life might possibly more beautiful than others.

Talk to yourself. Talk to new people you met. Indulge yourself. Forget others even your loved one. Sometimes you need to put your ego  first. Well, they will do the same thing to you anyway. So no need to worry. If they know you well, then she/he will give you- me time.

Last but not least. Go to church and pray. He will do the rest. Release your pain. Tell your gratefulness. You will feel the difference after that. when you dont know what to do or where to run or no one to talk to. He will listen to you patiently. And it will be the best medicine, ever.

Wednesday, 19 August 2015

Sendu Merindu

Sendu merindu
Pilu
Hampa
Walau surya menyapa

Aku di sini
Menepi
Merangkai kata
Untuknya

Hati perih
Sukma merintih
Tahun berganti
Pedih tak juga pergi

Sendu merindu
Butir peluh jatuh
Meretas lepas
Tak henti

Aku tak tahu
Tapi aku merasa

Saturday, 25 July 2015

Hello!

Hello Jello!

Well, it's been 9 months since the last time I wrote on this blog, dan dengan hal yang sama akhirnya terinspirasi kembali untuk menulis. I don't know why, but then it came up on my mind, I opened my sister's laptop because I just want to write. What I want to write on? I... just.. don't know. Yang jelas, setiap kali melihatnya, setiap itu juga timbul kembali rasa sedih dan kehilangan yang mengeruak. Dan hal tersebut selalu terlihat disaat sesuatu terjadi pada saya.

Beberapa kali pun saya bertanya pada diri saya. Why? But still, I just don't get the right answer. Or maybe I won't get the answer for the rest of my life. Sometimes we live on a mysterious way, right? Saya seakan bisa merasakan betapa sedihnya orang-orang yang mungkin ditinggalkannya dan saya seakan memposisikan ketika berada pada posisi tersebut: One day, you will loose someone you love.

Maybe it's because of your fault, maybe it's because of their fault, atau yaa memang karena itu yang Tuhan inginkan. Ketika kemudian Dia akan mengambil kembali apa yang ada pada kita. Ketika semua bermula pada rasa itu, mungkin semua harus berakhir dengan rasa yang sama. Ketika sebuah kata menjadi begitu bermakna. Ketika kata terucap menusuk sukma. Mencoba menerima tapi hanya pertentangan yang didapat.

Monday, 20 October 2014

Kembali

Setahun yang lalu aku ada di sana, melihat indahnya bunga di pinggir yang membagikan keceriaan nya pada kupu-kupu yang terbang kian kemari. Selalu pedih. Selalu sedih. Aku tahu walau mulut tak berujar. Puluhan kilo kita lalui untuk mengunjungi. Embun pagi menyapa keheningan pagi dalam raga. Rasa itu tak pernah pudar.


Bukit dan lembah kita lalui bersama, untuk bertemu sang sahabat yang dengan setia menunggu diatas sana. Menari di antara kita yang selalu setia bersamanya. Aku tak pernah bertemu, tapi aku bisa mengenalnya. Aku belum melihatnya, tapi aku merasakan cinta yang diberikannya.

Sunday, 3 August 2014

Sang Waktu

Ketika canda tak lagi tawa
Dan sedih bertambah pedih
Menyadari waktu hanya berlalu
Memberi sendu penuh pilu

Aku tahu. Aku mau
Engkau tahu. Engkau mau
Merubah asa jadi nyata
Menyapa bahagia

Thursday, 24 July 2014

Cerita Rafting Pertama

Kalau dilihat selama satu tahun ini, mungkin Bulan Mei adalah rajanya tanggal merah. Unfortunately, letak dari tanggal merah ini agak menyebalkan karena berada di akhir bulan, which is kalau mau liburan, duitnya udah dipake di awal bulan. Selain itu, letaknya bolong-bolong, sehari libur, sehari masuk, sehari libur lagi. Dalam seminggu ngerasain 3 kali hari kejepit. Jadi, tetep aja liburnya ga terlalu berasa kecuali kalau kita ambil cuti. hehe.

Melihat adanya kesempatan libur yang cukup banyak, saya dan teman saya pun kemudian berencana untuk liburan bersama. Setelah meeting sana-sini *baca: obrolan panjang lebar dari yang ketemuan sampai dengan digital a.k.a group chat,* akhirnya tujuan kita adalah rafting di Citarik, Sukabumi. Pertimbangannya adalah keterbatasan waktu dan saya yang tidak diperbolehkan untuk menginap. *menghela nafas*

Alhasil, saya bersama dengan pasangan saya harus berangkat subuh-subuh supaya bisa sampai di Sukabumi kurang lebih pukul 9 pagi dan tidak terlalu siang untuk rafting. Beberapa teman kami sebelumnya sudah camping terlebih dulu di sana, jadi kami menyusul. And..this is our journey..

Berangkatlah pacar saya dari rumahnya di bilangan Cinere jam 3 pagi dengan mengendarai mobil dan sampai di rumah saya di bilangan Bintaro kira-kira pukul setengah 4 pagi. Perjalanan kali ini ceritanya adalah naik transportasi umum. Yeay! Saya super excited! Karena jarang-jarang pergi jauh untuk liburan dan naik transportasi umum selain pesawat, kereta, mobil, atau bis pariwisata. Dari Bintaro, kita berdua langsung menuju ke Terminal Bus Kampung Rambutan dan parkir mobil di sana. Parkirannya cukup luas dan cukup aman karena ada yang bertugas menjaga. Tarif nya pun tidak terlalu mahal, hanya Rp 10.000,00 sehari. Pada saat kita sampai di Kampung Rambutan, kurang lebih pukul 4 pagi, hiruk pikuk orang-orang sudah mulai terasa. Saya dan pasangan saya lalu naik Bus Karunia Bakti.

Udara pagi Jakarta yang dingin masih bisa saya rasakan dari jendela-jendela bus yang terbuka. Sempat menunggu sekitar 15 menit di dalam bus, baru akhirnya perjalanan ini dimulai. Saatnya saya untuk tidur. hihi.  Setelah kurang lebih perjalanan selama 1,5 jam, kami berdua turun di Cianjur, setelah itu naik angkot setan. Naiklah kita berdua di angkot setan itu. Surprisingly, baru masuk dan duduk, angkot itu langsung jalan dengan kencang. Pasangan saya melihat saya then he said, "This is why they called it with 'angkot setan' karena jalannya ugal-ugalan." Oke. Sesaat merasa miris juga melihat keadaan transportasi Indonesia yang kacau begini. Ga hanya orang, burung pun juga ikut naik angkot. hehe.
Anehnya, walaupun ugal-ugalan dan penuh sesak, saya tetap bisa tertidur pulas di dalam angkot setan ini. Pasangan saya pun sampai bingung. haha. Positifnya adalah di setiap hal buruk pasti ada hal baik. Berkat kelakuan sopir setan angkot yang ugal-ugalan, salip kanan salip kiri, dempet kanan dempet kiri, kami pun sampai lebih cepat dari yang diperkirakan.

Turun dari angkot setan yang ugal-ugalan, kami kemudian naik 'angkot normal' yang ga pake salip kanan salip kiri, ga berdesakkan. Terlihat di kiri jalan perkebunan kelapa sawit dan karet yang terbentang luas. Sesampainya kami di terminal kecil, kami melanjutkan perjalanan kami dengan ojeg. Hempasan udara sejuk menyentuh lembut kulit. Kurang lebih 15 menit naik ojek, akhirnya kami berdua sampai di Caldera, Citarik, bahkan sebelum jam 9 pagi! WOW!

Disambut oleh para sahabat yang sudah berada di sana malam sebelumnya, saya pun merasa tak sabar untuk memulai rafting.

Akhirnya, jam 10 pagi kami mulai siap-siap untuk rafting! Pakai pelampung, helm, dan juga dayung di dekat penginapan, kemudian kami harus naik mobil pick up selama 10-15 menit untuk menuju tempat rafting dan berjalan di jalan setapak. Seneng dan super excited! Penasaran rasanya karena ini pertama kalinya saya rafting.

Rasanya dekat dengan alam dan bisa liat keindahannya yang luar biasa. Alam yang begitu baik pada manusia. Awalnya saya tidak mau nyebur ke sungai citarik karena melihat airnya yang coklat, eh pas udah nyebur malah ga mau naik dan betah di dalem air. Hehe.

Debit air saat itu cukup baik sehingga kami bisa rafting dengan lancar, and it was absolutely fun! Walaupun adrenalin kurang terpacu *sok berani* haha. Bikin nagih dan pengen nyobain di tempat lain. Rafting juga bisa melatih ketangkasan karena ada beberapa instruksi yang harus kita ikuti dalam rafting ini supaya bisa tetap aman.

Di akhir rafting, kami masing-masing mendapat satu buah kelapa muda. Wah, segar! Rafting selama 2 jam masih terasa kurang lama. Setelah selesai minum kelapa muda, kami pun kembali ke penginapan, mandi, lalu makan siang.

Bagi saya, rafting pertama kali bagi saya yang terbiasa dengan kehidupan perkotaan ini merupakan hal yang luar biasa. This is what I’m looking for! Ketika bisa liburan menikmati alam, keluar dari bisingnya perkotaan yang udah penuh dengan hiburan semu yang disebut mall, di sini saya bisa bertemu orang desa dan ngobrol dengan orang yang ga saya kenal sebelumnya. I wish for another journey!