Ketika canda tak lagi tawa
Dan sedih bertambah pedih
Menyadari waktu hanya berlalu
Memberi sendu penuh pilu
Aku tahu. Aku mau
Engkau tahu. Engkau mau
Merubah asa jadi nyata
Menyapa bahagia
Sunday, 3 August 2014
Thursday, 24 July 2014
Cerita Rafting Pertama
Kalau dilihat selama satu tahun ini, mungkin Bulan Mei
adalah rajanya tanggal merah. Unfortunately, letak dari tanggal merah ini agak menyebalkan
karena berada di akhir bulan, which is kalau mau liburan, duitnya udah dipake
di awal bulan. Selain itu, letaknya
bolong-bolong, sehari libur, sehari masuk, sehari libur lagi. Dalam seminggu
ngerasain 3 kali hari kejepit. Jadi, tetep aja liburnya ga terlalu berasa
kecuali kalau kita ambil cuti. hehe.
Melihat adanya kesempatan libur yang cukup banyak, saya dan
teman saya pun kemudian berencana untuk liburan bersama. Setelah meeting
sana-sini *baca: obrolan panjang lebar dari yang ketemuan sampai dengan digital
a.k.a group chat,* akhirnya tujuan kita adalah rafting di Citarik, Sukabumi.
Pertimbangannya adalah keterbatasan waktu dan saya yang tidak diperbolehkan
untuk menginap. *menghela nafas*
Alhasil, saya bersama dengan pasangan saya harus berangkat
subuh-subuh supaya bisa sampai di Sukabumi kurang lebih pukul 9 pagi dan tidak
terlalu siang untuk rafting. Beberapa teman kami sebelumnya sudah camping
terlebih dulu di sana, jadi kami menyusul. And..this is our journey..
Berangkatlah pacar
saya dari rumahnya di bilangan Cinere jam 3 pagi dengan mengendarai mobil dan sampai di
rumah saya di bilangan Bintaro kira-kira pukul setengah 4 pagi. Perjalanan kali
ini ceritanya adalah naik transportasi umum. Yeay! Saya super excited! Karena
jarang-jarang pergi jauh untuk liburan dan naik transportasi umum selain pesawat, kereta, mobil, atau bis pariwisata. Dari
Bintaro, kita berdua langsung menuju ke Terminal Bus Kampung Rambutan dan
parkir mobil di sana. Parkirannya cukup luas dan cukup aman karena ada yang
bertugas menjaga. Tarif nya pun tidak terlalu mahal, hanya Rp 10.000,00 sehari.
Pada saat kita sampai di Kampung Rambutan, kurang lebih pukul 4 pagi, hiruk
pikuk orang-orang sudah mulai terasa. Saya dan pasangan saya lalu naik Bus
Karunia Bakti.
Udara pagi Jakarta yang dingin masih bisa saya rasakan dari
jendela-jendela bus yang terbuka. Sempat menunggu sekitar 15 menit di dalam
bus, baru akhirnya perjalanan ini dimulai. Saatnya saya untuk tidur. hihi.
Setelah kurang lebih perjalanan selama 1,5 jam, kami berdua turun
di Cianjur, setelah itu naik angkot setan. Naiklah kita berdua di angkot setan
itu. Surprisingly, baru masuk dan duduk, angkot itu langsung jalan dengan
kencang. Pasangan saya melihat saya then he said, "This is why they called
it with 'angkot setan' karena jalannya ugal-ugalan." Oke. Sesaat merasa
miris juga melihat keadaan transportasi Indonesia yang kacau begini. Ga hanya
orang, burung pun juga ikut naik angkot. hehe.
Anehnya, walaupun ugal-ugalan dan penuh sesak, saya tetap
bisa tertidur pulas di dalam angkot setan ini. Pasangan saya pun sampai bingung.
haha. Positifnya adalah di setiap hal buruk pasti ada hal baik. Berkat kelakuan
sopir setan angkot yang ugal-ugalan, salip kanan salip kiri, dempet kanan
dempet kiri, kami pun sampai lebih
cepat dari yang diperkirakan.
Turun dari angkot setan yang ugal-ugalan, kami kemudian naik
'angkot normal' yang ga pake salip kanan salip kiri, ga berdesakkan. Terlihat
di kiri jalan perkebunan kelapa sawit dan karet yang terbentang luas.
Sesampainya kami di terminal kecil, kami melanjutkan perjalanan kami dengan
ojeg. Hempasan udara sejuk menyentuh lembut kulit. Kurang lebih 15 menit naik ojek, akhirnya kami
berdua sampai di Caldera, Citarik, bahkan sebelum jam 9 pagi! WOW!
Disambut oleh
para sahabat yang sudah berada di sana malam sebelumnya, saya pun merasa tak
sabar untuk memulai rafting.
Akhirnya, jam 10
pagi kami mulai siap-siap untuk rafting! Pakai pelampung, helm, dan juga dayung
di dekat penginapan, kemudian kami harus naik mobil pick up selama 10-15 menit untuk
menuju tempat rafting dan berjalan di jalan setapak. Seneng dan super excited! Penasaran
rasanya karena ini pertama kalinya saya rafting.
Rasanya dekat
dengan alam dan bisa liat keindahannya yang luar biasa. Alam yang begitu baik
pada manusia. Awalnya saya tidak mau nyebur ke sungai citarik karena melihat
airnya yang coklat, eh pas udah nyebur malah ga mau naik dan betah di dalem
air. Hehe.
Debit air saat
itu cukup baik sehingga kami bisa rafting dengan lancar, and it was absolutely fun! Walaupun adrenalin kurang terpacu *sok berani* haha. Bikin nagih dan pengen
nyobain di tempat lain. Rafting juga bisa melatih ketangkasan karena ada
beberapa instruksi yang harus kita ikuti dalam rafting ini supaya bisa tetap aman.
Di akhir rafting,
kami masing-masing mendapat satu buah kelapa muda. Wah, segar! Rafting selama 2
jam masih terasa kurang lama. Setelah selesai minum kelapa muda, kami pun kembali
ke penginapan, mandi, lalu makan siang.
Bagi saya, rafting
pertama kali bagi saya yang terbiasa dengan kehidupan perkotaan ini merupakan
hal yang luar biasa. This is what I’m looking for! Ketika bisa liburan
menikmati alam, keluar dari bisingnya perkotaan yang udah penuh dengan hiburan
semu yang disebut mall, di sini saya bisa bertemu orang desa dan ngobrol dengan orang yang ga
saya kenal sebelumnya. I wish for another journey!
Friday, 27 June 2014
Harap Lenyap
Di tengah lelahnya diri ini, kuberangkat menuju suatu tempat. Bertemu, berbicara tentang suatu hal yang menyenangkan yang akan kujalani beberapa hari kedepan. Rentetan tawa ceria memekik di keheningan malam. Ah..lelahku hilang disapu untaian kebahagiaan.
Kupulang dan akupun tertidur. Berharap besoklah waktunya. Lalu...
Pagi menyongsong
Kusadar aku harus bersabar
Semuanya yang ada di angan, tak sabar aku menjalaninya.
Sampai pada suatu waktu, kalimat itu pun keluar.
Sejenak aku terdiam, berharap bahwa kalimat itu bukan untukku.
Thursday, 20 March 2014
Dua Sejoli
Di tengah malam
Sunyi
Sendu
Dua sejoli bertaut
Mengungkap rasa
Hilangkan asa
Rasa yang tak pernah sama
Rasa yang terus berubah
Namun tak lekang
Ah, pilu
Ingin mengadu
Namun tak mampu
Dua sejoli bertaut
Mencinta
Namun tak sama
Monday, 27 January 2014
Wednesday, 15 January 2014
A Year of Life
Tahun 2013. Well, time flies too
fast. Cliche? Yes it is.
Tapi apa yang terjadi di tahun ini tidak berjalan klise. Diantara sekian banyak kejadian, cerita,
memori, mungkin akan sulit mendeskripsikan seperti apa tahun 2013 saya. Tapi
satu hal yang pasti, LUAR BIASA J
Ya, luar biasa. Di tengah segala keterbatasan saya, Tuhan masih memberikan
saya berkat yang begitu melimpah, yang tiada hentinya. Dia mungkin memang tidak
memberikan berkatnya secara langsung, namun melalui orang-orang yang berada di
sekitar saya. Tuhan menjamah dan mengingatkan saya melalui orang-orang yang
dekat dengan saya. Manusia kadang berada di atas, kadang berada di bawah.
Terkadang merasa bahwa Tuhan meninggalkan kita hambaNya. Rasanya masalah datang
silih berganti tanpa henti. Tapi sekali
lagi, segala masalah, tantangan, dan cobaan yang diberikanNya, semua itu
mungkin adalah caraNya untuk bisa lebih dekat dengan saya, dan semakin
menguatkan. Percayalah, masalah dan cobaan lah yang membuatmu lebih kuat.
Hidup tak selamanya indah. Hidup tak selamanya bahagia. Hidup tak selamanya
berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tapi hidup adalah rasa syukur.
Dan rasa syukur itulah yang akan membuat kita merasa hidup kita indah dan
bahagia. Rasa syukur itulah yang akan membuat kita merasa hidup. And let me
write a few part of my-countless-blessing on this wonderful year.
Januari: akhirnya sidang! Akhirnya SE! Akhirnya hutang sama orang tua hilang
satu. Hehe. Akhirnya ga perlu lagi bilang ke mama “mah, uang kuliah semester
ini belum ya. Transfer ke blablabla” this is a new beggining for me. Panik, deg
deg-an, tegang. Semua rasa itu hilang dan berganti dengan rasa bahagia dan
syukur.
Februari: Wisuda. 7 februari 2013 GR Wisuda, 9 Februari 2013 Wisuda. Dan
tidak ada yang lebih membahagiakan lagi saat mama papa dan para sahabat datang
menghadiri wisuda saya. Walau hujan deras, walau jauh, walau macet, walau penuh
dan walau pusing tujuh keliling menghadapi balairung yang luar biasa penuh
ditambah sinyal yang jelek. Betapa beruntungnya saya memiliki kalian semua,
Mom, Dad, Cilla, Aek, Nadya, Retta, Collien, Ai, Adel, Rachel, Putri, Genti, Icun
and accidentaly bertemu dengan anak balikpapan a.k.a Nandy. Last but not least,
pertama kali bertemu Anggiyatma setelah entah kapan terakhir kali bertemu.
Hehe. Dapat kado graduation pula nonton Heart Records for the first time, dan
nonton sendiri, tapi tidak merasa sendirian. Being alone doesn’t mean that you
are lonely, right? Hehe. Pertarungan mencari kerja #yang sesungguhnya# dimulai!
Pertama kali datang ke Jobfair UI, sendirian, dan diakhiri dengan muntah dan
masuk angin pas pulang. Di bulan ini juga kehilangan tante.
Maret: Sempat pada awal bulan rasanya sedih banget. Setelah gagal, setelah
tahu sahabat yang kehilangan sahabatnya, plus lagi periode sensitifnya wanita
setiap bulan, sudah pasti ketebak hasil akhirnya adalah: mewek. Lengkap. Haha.
Di bulan ini juga mengunjungi kampus depok dan ikut Softskill Learning.
Menyenangkan dan dapat ilmu. Out of expectation, tiba-tiba hujan-hujan ada yang
nongol habis ngajar, bawa cimol. Mendung pun berubah menjadi derai tawa di
dalam mobil penuh cerita, tukeran jajanan cimol dan mendoan, walau berakhir
dengan tidak bisa pulang dan dimarahin mama. Tertawa selalu membawamu pada
keindahan dalam hidup, tertawa bisa memulihkanmu, sejenak lepas dari penat yang
dirasa.
April: 21 April itu buat orang-orang mungkin adalah hari Kartini. Begitu
pula saya. tapi di balik tanggal 21 itu, awal yang indah dimulai. Pacaran?
Bukan. Tunangan? Apalagi. Hanya bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan, lewat
rasa yang Tuhan beri. I realize and feel the power of hugs. It will heals you.
A lot. Pertama kali nonton drama musikal. Norak? I dont care. Haha.
Mei: Cilla ulang tahun. Satu tahun kebahagiaan baru bagi sahabat, berarti
satu tahun tambahan kebahagiaan buat saya juga. Berkumpul bersama sahabat
tersayang itu rasanya waktu berjalan cepat. Pertama kali ke rumah baru nya Cilla di
Cirendeu setelah interview di Kelapa Gading. Pulang malam gara-gara seru
ngobrol. Dimarahin mama? Udah pasti. Joy juga ulang tahun. Mulai ngajar nari. Ketemu
krucil-krucil dengan segala tingkah lakunya yang gemes itu selalu membuat
bekerja terasa seperti bermain.
Juni: Akhirnya setelah kurang lebih latihan 3 bulan, jadi juga nonton
Anggiyatma di panggung Monas yang super duper luar biasa tinggi, tajam dan besar! Lihat Batak Papua satu itu jadi orang Cina? Hanya
ada di Panggung Ariah sepertinya. Hehe. Ketemu sahabat-sahabatnya, seru bisa
nonton lesehan sama orang-orang Jakarta lainnya. Naik bis mau ke Monas dari FX sampai harus muter ke Grogol gara gara ga ada Busway dan jalan ditutup gara-gara JakCarnaval. Harum suasana ulang tahun
Jakarta tahun ini tercium, setelah tahun-tahun sebelumnya saya selalu apatis.
Juli: Tetap ngajar nari, tetap jadi
Wedding Organizer, tetap mencari pekerjaan tetap karena buat orang tua, yang
namanya bekerja itu harus ke kantor setiap hari. Ada apa di Juli? Hmmm
sejujurnya sih agak lupa. Haha.
Agustus: Akhirnya bisa lihat keponakan secara langsung! Lucu? Iya! Cakep?
Iya! Siapa dulu tantenya! Hahaha. Di bulan ini juga ikut persiapan nikahan
klien di bulan September. Mba Maya dan Mba Ria ulang tahun. Eleora juga ulang
tahun. Selalu bahagia melihat orang di
sekitar kita berulang tahun J
September: Cilla ke kuala lumpur. Berasa jauh? Iya. Kangen? Apalagi. But
true bestfriends will stick together even oceans seperate us. Setelah selama
kurang lebih 2 atau 3 tahun bekerja di Artea Event Organizer, akhirnya pertama
kalinya kerja ke Bali! Yeay! Super excited, feel so bleesed walaupun pulang
membawa luka karena tangan kebeler kaca kamar mandi yang bikin nyut-nyutan
berhari-hari sampai harus di perban karena infeksi. Di balik suka selalu ada
duka dan di balik duka selalu ada suka.
Oktober: Anggiyatma Parthian Mezzofanti Tobing ulang tahun. Pagi pagi buatin sarapan, naik ojeg, bis,
angkot. Capek nya hilang waktu ngelihat yang ulang tahun keluar rumah dan dia merasa
dibohongi. Haha. Maaf ya. Tapi klo ga kaya gitu nanti aku ketawan. Seharian di
Graha, tiup lilin, makan malem bareng, ngobrol, nonton TV tapi diakhiri dengan
ketiduran depan TV. Icun ulang tahun. Kakak Prisha ulang tahun. Nadya ulang
tahun. 15 oktober Poypoy tunangan. Lagi banyak kerjaan. Tandanya, akan mau ada
rejeki! Haha. Menyenangkan!
November: 27 november Icun tunangan, 30 november Riry dan Nome nikah.
Disini saya mulai menyadari, ada satu tahap kehidupan lagi yang akan semakin
dekat dengan lingkungan sekitar saya, dan saya bersyukur masih diberi kesempatan
untuk bisa mencapai tahap kehidupan ini, walaupun dimulai dengan melihat para
sahabat terlebih dahulu. Dari 4 minggu
di bulan November, 3 minggunya datang sebagai tamu dan 1 minggu nya ngurusin
orang lain nikahan. Judulnya Wedding Marathon. Artinya, I have to be prepared.
Beware, one day, your day is coming.
Desember: 8 desember Icun nikah, 11 desember Poypoy pemberkatan nikah, 21
desember Poypoy resepsi. Bisa melihat satu per satu sahabat menjalani kehidupan
barunya, bertemu dengan kawan lama itu selalu menyenangkan dan bertemu orang
baru selalu memberikan warna baru dan pelajaran baru di dalam hidup. Walaupun
natal ini dihinggapi rasa sedih, it doesn’t matter. I thank God, karena dengan
begitu saya bisa belajar untuk bisa lebih dewasa dan selalu bersyukur.
Bahkan
berlembar-lembar halaman pun tidak akan pernah cukup bagi saya untuk menuliskan
semua berkat yang Tuhan berikan. He gave me ups and downs because He cares me. I know and i believe, this year He will give
me a tremendeous blessing. Because He will guide me in every step of my life
and because He loves me, He will spread me with love, prosperity, and joyful.
Monday, 4 November 2013
Gelap Kelam
Cerah yang tertutupi oleh awan hitam
Guntur menguakkan cahayanya
Menutupi indahnya samudera
Dan menaburkan kelam
Masa lalu menerjang
Menyapa dengan girang
Menusuk sukma
Menuai hampa
Hati meringkih
Membuka pedih
Tergores perih
Guntur menguakkan cahayanya
Menutupi indahnya samudera
Dan menaburkan kelam
Masa lalu menerjang
Menyapa dengan girang
Menusuk sukma
Menuai hampa
Hati meringkih
Membuka pedih
Tergores perih
Subscribe to:
Posts (Atom)