Cerah yang tertutupi oleh awan hitam
Guntur menguakkan cahayanya
Menutupi indahnya samudera
Dan menaburkan kelam
Masa lalu menerjang
Menyapa dengan girang
Menusuk sukma
Menuai hampa
Hati meringkih
Membuka pedih
Tergores perih
Showing posts with label Poem. Show all posts
Showing posts with label Poem. Show all posts
Monday, 4 November 2013
Wednesday, 3 April 2013
Akhir yang Menjadi Awal
Sang fajar melengkungkan senyumnya pada dunia
Menyambut hari bahagia semesta
Di penghujung sisa waktunya
Setiap awal selalu memiliki akhir,
dan setiap akhir akan menuntun kita pada awal yang lebih indah
Menuntun pada harapan yang lebih besar
Menuntun pada cita-cita yang lebih tinggi
Menuntun pada cinta yang lebih abadi
Menuntun pada kehidupan yang lebih bermakna
Menuntun pada kebahagiaan yang tak berujung
Diiringi dengan alunan doa dan syukur pada setiap ayunan langkahnya,
serta usaha tak bertepi
Menatap masa depan dengan sejuta kejutannya
Membiarkan masa lalu tetap tertanam dalam hati,
bukan untuk dilupakan,
namun menjadikannya guru dan penyemangat dalam hidup
Menjadi guru saat terjatuh,
belajar dari kegagalan,
dan menjadi penyemangat untuk mencapai ambisi,
mengingatkan kita pada sejauh apa jalan yang sudah ditempuh,
untuk kembali bangkit mencapainya
Hidup ini seperti mengendarai sepeda
Kita harus terus mengayuhnya,
untuk membuatnya tetap seimbang agar kita tidak terjatuh,
Menjalani roda kehidupan
Hingga sang empunya kehidupan menuntun kita pada kehidupan abadi
31 Desember 2012
20:18
Menyambut hari bahagia semesta
Di penghujung sisa waktunya
Setiap awal selalu memiliki akhir,
dan setiap akhir akan menuntun kita pada awal yang lebih indah
Menuntun pada harapan yang lebih besar
Menuntun pada cita-cita yang lebih tinggi
Menuntun pada cinta yang lebih abadi
Menuntun pada kehidupan yang lebih bermakna
Menuntun pada kebahagiaan yang tak berujung
Diiringi dengan alunan doa dan syukur pada setiap ayunan langkahnya,
serta usaha tak bertepi
Menatap masa depan dengan sejuta kejutannya
Membiarkan masa lalu tetap tertanam dalam hati,
bukan untuk dilupakan,
namun menjadikannya guru dan penyemangat dalam hidup
Menjadi guru saat terjatuh,
belajar dari kegagalan,
dan menjadi penyemangat untuk mencapai ambisi,
mengingatkan kita pada sejauh apa jalan yang sudah ditempuh,
untuk kembali bangkit mencapainya
Hidup ini seperti mengendarai sepeda
Kita harus terus mengayuhnya,
untuk membuatnya tetap seimbang agar kita tidak terjatuh,
Menjalani roda kehidupan
Hingga sang empunya kehidupan menuntun kita pada kehidupan abadi
31 Desember 2012
20:18
Wednesday, 27 March 2013
Sinar yang Hilang
Di timur ku tertidur malam ini,
Menyaksikan kelam malam bertabur bintang terang,
bercengkrama dengan kesunyian yang mendendangkan irama ketenangan di kedua telingaku
Terbuai keindahan alam negeri di timur yang kaya dengan emas dunia
Lalu,
Sekejap bintang itu hilang,
Keindahan itu sirna,
dan malam itu, semua menjadi kelam, gelap, dan tak bercahaya
Terang itu pergi,
Sinar itu hilang,
Bintang itu lenyap,
dan tak akan kembali
Di saat aku disini
Di saat yang terlalu cepat
Di saat aku belum siap
Di saat aku masih membutuhkannya
Di saat aku masih menginginkan sinar itu
Untuk menghangatkan malamku,
mengisi malamku dengan sejuta sinarnya yang memancar indah
Hati ini hancur
Jiwa ini mati
Raga ini lunglai
Tubuh ini terbang bersama sang sinar
Namun berada pada dua dunia yang berbeda
Pergi tanpa sempat mengucapkan terima kasih
Pergi tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal
Pergi tanpa memberikan pelukan hangatnya padaku
Tanpa aku sempat mengucapkan betapa berartinya sinar itu bagiku
Tapi aku tahu, sinar itu tak akan pernah hilang dari dalam diriku
Aku tahu sinar itu akan selalu ada di sekelilingku,
kemanapun aku pergi,
Menghangatkanku,
Menerangiku,
Menjagaku,
Menuntunku,
Dan sinar itu akan tetap indah, selalu indah
Karena kau,
Sahabatku
*Siapapun kamu, seperti apapun kamu, bagaimanapun kamu, dan walaupun aku tidak pernah mengenalmu, aku yakin, dan sangat yakin, kamu adalah salah satu sahabat terbaik yang dimilikinya. Yang tenang dan bahagia di atas sana ya :))
Menyaksikan kelam malam bertabur bintang terang,
bercengkrama dengan kesunyian yang mendendangkan irama ketenangan di kedua telingaku
Terbuai keindahan alam negeri di timur yang kaya dengan emas dunia
Lalu,
Sekejap bintang itu hilang,
Keindahan itu sirna,
dan malam itu, semua menjadi kelam, gelap, dan tak bercahaya
Terang itu pergi,
Sinar itu hilang,
Bintang itu lenyap,
dan tak akan kembali
Di saat aku disini
Di saat yang terlalu cepat
Di saat aku belum siap
Di saat aku masih membutuhkannya
Di saat aku masih menginginkan sinar itu
Untuk menghangatkan malamku,
mengisi malamku dengan sejuta sinarnya yang memancar indah
Hati ini hancur
Jiwa ini mati
Raga ini lunglai
Tubuh ini terbang bersama sang sinar
Namun berada pada dua dunia yang berbeda
Pergi tanpa sempat mengucapkan terima kasih
Pergi tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal
Pergi tanpa memberikan pelukan hangatnya padaku
Tanpa aku sempat mengucapkan betapa berartinya sinar itu bagiku
Tapi aku tahu, sinar itu tak akan pernah hilang dari dalam diriku
Aku tahu sinar itu akan selalu ada di sekelilingku,
kemanapun aku pergi,
Menghangatkanku,
Menerangiku,
Menjagaku,
Menuntunku,
Dan sinar itu akan tetap indah, selalu indah
Karena kau,
Sahabatku
*Siapapun kamu, seperti apapun kamu, bagaimanapun kamu, dan walaupun aku tidak pernah mengenalmu, aku yakin, dan sangat yakin, kamu adalah salah satu sahabat terbaik yang dimilikinya. Yang tenang dan bahagia di atas sana ya :))
Saturday, 15 December 2012
Percaya, dan Hanya Percaya
Aku percaya kebahagiaan itu akan datang
Aku percaya kebahagiaan itu akan indah pada waktunya
Aku percaya dia akan datang di saat yang tepat
Aku perdaya dia akan datang di saat yang sempurna,
Sempurna menurut-Nya
Seturut kehendak-Nya
Aku percaya cinta itu akan menemukan jalannya sendiri
Menempuh waktu yang berujungkan bahagia,
Sejauh apapun,
Seliku apapun,
Sesulit apapun,
Seterjal apapun,
Cinta akan selalu menemukan jalannya,
Dan takdir akan mempertemukan cinta,
Di tempat paling indah,
Di hatimu
Aku percaya kebahagiaan itu akan indah pada waktunya
Aku percaya dia akan datang di saat yang tepat
Aku perdaya dia akan datang di saat yang sempurna,
Sempurna menurut-Nya
Seturut kehendak-Nya
Aku percaya cinta itu akan menemukan jalannya sendiri
Menempuh waktu yang berujungkan bahagia,
Sejauh apapun,
Seliku apapun,
Sesulit apapun,
Seterjal apapun,
Cinta akan selalu menemukan jalannya,
Dan takdir akan mempertemukan cinta,
Di tempat paling indah,
Di hatimu
Tuesday, 3 May 2011
Hilang
Malam ini sama seperti malam lainnya
Semua tertidur
Semua menikmati indahnya mimpi
Semua merasakan nikmatnya pulau bawah sadar
Kecuali aku
Menatap layar persegi penuh warna
Sendiri terjaga
Berkawan dengan dengungan suara sang empunya malam yang berkeliaran
Bertepuk tangan menyapa
Menunggu dalam satu ruang kosong
Sapaan keramahan
Kecupan manis
Pelukan hangat
Genggaman meyakinkan
Semua terasa jauh
Hampa
Tak terperikan rasanya
Hati ini digenggam lalu dihempaskan
Hati ini dicuri lalu dibuang
Diri ini merasakan namun tak memiliki
Diri ini merasakan namun tak mampu mengatakan
Jawaban penantian
Dihancurkan cita-cita
Cinta itu hilang
Cinta itu sirna
Dilindungi benci
Ah.
Malam ini sungguh sunyi
Hanya sang layar yang berseru kepadaku
Inilah pilihan kebahagiannya
Semua tertidur
Semua menikmati indahnya mimpi
Semua merasakan nikmatnya pulau bawah sadar
Kecuali aku
Menatap layar persegi penuh warna
Sendiri terjaga
Berkawan dengan dengungan suara sang empunya malam yang berkeliaran
Bertepuk tangan menyapa
Menunggu dalam satu ruang kosong
Sapaan keramahan
Kecupan manis
Pelukan hangat
Genggaman meyakinkan
Semua terasa jauh
Hampa
Tak terperikan rasanya
Hati ini digenggam lalu dihempaskan
Hati ini dicuri lalu dibuang
Diri ini merasakan namun tak memiliki
Diri ini merasakan namun tak mampu mengatakan
Jawaban penantian
Dihancurkan cita-cita
Cinta itu hilang
Cinta itu sirna
Dilindungi benci
Ah.
Malam ini sungguh sunyi
Hanya sang layar yang berseru kepadaku
Inilah pilihan kebahagiannya
Saturday, 19 March 2011
sabar menanti waktu Tuhan
Di dalam hidup ini,
semua ada waktunya
Ada waktunya kita menabur,
ada juga waktu menuai
Mungkin dalam hidupmu badai datang menyerbu
Mungkin doamu bagai tak terjawab
Namun yakinlah tetap
Tuhan takkan terlambat
Juga takkan lebih cepat
Semuanya
Dia jadikan indah pada waktunya
Hendaklah kita selalu hidup dalam firman-Nya
Percayalah kepada Tuhan
Nantikan Ia bekerja pada waktu-Nya
Ajarlah kami setia selalu menanti waktumu Tuhan
1 Korintus 10:13 dan pengkotbah 3:11a
semua ada waktunya
Ada waktunya kita menabur,
ada juga waktu menuai
Mungkin dalam hidupmu badai datang menyerbu
Mungkin doamu bagai tak terjawab
Namun yakinlah tetap
Tuhan takkan terlambat
Juga takkan lebih cepat
Semuanya
Dia jadikan indah pada waktunya
Hendaklah kita selalu hidup dalam firman-Nya
Percayalah kepada Tuhan
Nantikan Ia bekerja pada waktu-Nya
Ajarlah kami setia selalu menanti waktumu Tuhan
1 Korintus 10:13 dan pengkotbah 3:11a
Friday, 4 February 2011
bebas
masalah datang tanpa henti.tanpa tau kondisimu yg terpuruk sekalipun
tapi ada seseorang yg selalu datang dan mengangkatmu
mengangkatmu dengan cara yg tak wajar menurutmu
namun
itu terjadi
dan kau
bebas
tapi ada seseorang yg selalu datang dan mengangkatmu
mengangkatmu dengan cara yg tak wajar menurutmu
namun
itu terjadi
dan kau
bebas
sedikit waktu
sedikit waktu yg tersisa
banyak kenangan tercipta
menyambut untaian panjang kehidupan
pergi menyusuri jalan berliku dengan sejuta harapan
teringat kembali cerita lama yang terukir bersama
indahnya hari itu.senyuman kalian.perhatian kalian
seakan menghapuskan semua kekesalan dan lelah yg kuderita
bulir keringat yang menetes.air mata yg keluar dengan derasnya
terhenti dengan pelukan dan senyuman yang kalian beri
banyak kenangan tercipta
menyambut untaian panjang kehidupan
pergi menyusuri jalan berliku dengan sejuta harapan
teringat kembali cerita lama yang terukir bersama
indahnya hari itu.senyuman kalian.perhatian kalian
seakan menghapuskan semua kekesalan dan lelah yg kuderita
bulir keringat yang menetes.air mata yg keluar dengan derasnya
terhenti dengan pelukan dan senyuman yang kalian beri
Pudar
ketika nyanyian burung menyambutmu
dan sinar matahari yang memberikan senyumannya padamu
sayup terdengar sapaan yang membangunkanmu dari tidur setelah lelah terjaga
sapaan yang sudah sangat lama tak kaurasakan
sapaan yang kau rindukan
kehangatan yang lama tak menaungimu
sesaat kau rasakan
cinta
hingga kemudian
kebisingan kota menghilangkan semua
semua
tak bersisa
burung enggan bernyanyi
matahari pun bermuram durja
sapaan itu hilang perlahan
berujung lelah
ketika cinta itu perlahan mulai memudar
dan menjadi seonggok benci
dan sinar matahari yang memberikan senyumannya padamu
sayup terdengar sapaan yang membangunkanmu dari tidur setelah lelah terjaga
sapaan yang sudah sangat lama tak kaurasakan
sapaan yang kau rindukan
kehangatan yang lama tak menaungimu
sesaat kau rasakan
cinta
hingga kemudian
kebisingan kota menghilangkan semua
semua
tak bersisa
burung enggan bernyanyi
matahari pun bermuram durja
sapaan itu hilang perlahan
berujung lelah
ketika cinta itu perlahan mulai memudar
dan menjadi seonggok benci
Scars
bulir air mata turun tanpa henti
ketika hati dan pikiran tak pernah bisa menyatu
dan kau harus diantara keduanya
ingin rasanya kau buang keduanya dan hidup bagaikan robot
seketika kau merasakan guratan di hati
kecil, namun dalam
menyisakan sekotak luka yang selalu kau bawa
disini kemudian kau tersadar..
cinta tak selamanya indah
tapi hanya kau yang bisa mengubah cinta itu menjadi indah
hingga kau melupakan sekotak luka itu
dan hidup dengan berjuta juta kotak cinta
aku
kau
kita semua
tidak bisa lepas dari rasa sakit
karena dari sakit itulah kita tau bagaimana indahnya mengalami kebahagiaan
ketika hati dan pikiran tak pernah bisa menyatu
dan kau harus diantara keduanya
ingin rasanya kau buang keduanya dan hidup bagaikan robot
seketika kau merasakan guratan di hati
kecil, namun dalam
menyisakan sekotak luka yang selalu kau bawa
disini kemudian kau tersadar..
cinta tak selamanya indah
tapi hanya kau yang bisa mengubah cinta itu menjadi indah
hingga kau melupakan sekotak luka itu
dan hidup dengan berjuta juta kotak cinta
aku
kau
kita semua
tidak bisa lepas dari rasa sakit
karena dari sakit itulah kita tau bagaimana indahnya mengalami kebahagiaan
Monday, 24 January 2011
Sendiri
Rasa itu timbul
Menggelora tak berbatas
Ingin berbagi
Ingin mencurahkan
Namun
Lebih baik kusimpan
Lebih baik aku diam
Tau suatu hal
Sakit karena suatu hal
Ingin berbagi
Ingin bercerita
Namun
Lebih baik kusimpan
Lebih baik aku diam
Seseorang datang, seseorang pergi
Ingin berbagi
Ingin memeluk
Namun
Lebih baik kusimpan
Lebih baik aku diam
Sendiri
Ketika hanya aku yang tahu
Ketika hanya Dia yang tahu
Ya!
Cukup aku
dan Dia
Menggelora tak berbatas
Ingin berbagi
Ingin mencurahkan
Namun
Lebih baik kusimpan
Lebih baik aku diam
Tau suatu hal
Sakit karena suatu hal
Ingin berbagi
Ingin bercerita
Namun
Lebih baik kusimpan
Lebih baik aku diam
Seseorang datang, seseorang pergi
Ingin berbagi
Ingin memeluk
Namun
Lebih baik kusimpan
Lebih baik aku diam
Sendiri
Ketika hanya aku yang tahu
Ketika hanya Dia yang tahu
Ya!
Cukup aku
dan Dia
Wednesday, 8 September 2010
kontradiktif
Negara ini kaya
Negara ini makmur
Negara ini luar biasa indah
Negara ini miskin
Negara ini melarat
Negara ini luar biasa tercampakkan
Pedih rasanya
Jiwa ini dikekang
Pilu rasanya
Jiwa ini dijajah
Pasrah rasanya
Jiwa ini dirasuki
Akankah terus berlanjut?
Hey pahlawan muda,
bergeraklah
Negaramu ini tersandung
Dimana dirimu?
Negara ini makmur
Negara ini luar biasa indah
Negara ini miskin
Negara ini melarat
Negara ini luar biasa tercampakkan
Pedih rasanya
Jiwa ini dikekang
Pilu rasanya
Jiwa ini dijajah
Pasrah rasanya
Jiwa ini dirasuki
Akankah terus berlanjut?
Hey pahlawan muda,
bergeraklah
Negaramu ini tersandung
Dimana dirimu?
Pergi dan Kembali
Satu langkah kawan
Satu medali kita genggam
Perjalanan panjang tak terbayangkan
Ribuan langkah kita tempuh bersama
Tapi tidak, kawan
Itu tidak cukup
Hati ini perih,
rindu akan petualangan yang dilalui
Kumenatap sekeliling dan kubergumam
"Inilah waktunya aku untuk pergi, dengan sejuta harapan"
Kupergi melangkah,
meninggalkan ribuan jejak kaki kebersamaan
Namun, aku yakin suatu hari aku akan kembali ke tempat ini
Melihat ribuan, bahkan berjuta jejak langkah baru
*ditulis ketika merasa sangat sedih ketika harus meninggalkan fakultas tercinta
ya! FAKULTAS tercinta. karena bagi gw, fakultas lebih berarti di hati gw dibandingkan dengan universitas. 3 tahun yang penuh pengalaman, kebahagiaan, kebersamaan. semua indah adanya :)) i hope i can go back to that place again
Satu medali kita genggam
Perjalanan panjang tak terbayangkan
Ribuan langkah kita tempuh bersama
Tapi tidak, kawan
Itu tidak cukup
Hati ini perih,
rindu akan petualangan yang dilalui
Kumenatap sekeliling dan kubergumam
"Inilah waktunya aku untuk pergi, dengan sejuta harapan"
Kupergi melangkah,
meninggalkan ribuan jejak kaki kebersamaan
Namun, aku yakin suatu hari aku akan kembali ke tempat ini
Melihat ribuan, bahkan berjuta jejak langkah baru
*ditulis ketika merasa sangat sedih ketika harus meninggalkan fakultas tercinta
ya! FAKULTAS tercinta. karena bagi gw, fakultas lebih berarti di hati gw dibandingkan dengan universitas. 3 tahun yang penuh pengalaman, kebahagiaan, kebersamaan. semua indah adanya :)) i hope i can go back to that place again
asing
Ketika pertama menginjakkan kaki di tempat itu,
hati terasa hampa
Tak tahu apa yang kulakukan,
namun kaki terus melangkah
Terus dan terus
Seperti hal nya berjalan di tengah hutan belantara,
kita tak tahu apa yang akan terjadi dan apa yang akan kita temui
yang kita tahu,s suatu hari nanti kita akan menemui sebuah keindahan alam
keindahan yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata
hati terasa hampa
Tak tahu apa yang kulakukan,
namun kaki terus melangkah
Terus dan terus
Seperti hal nya berjalan di tengah hutan belantara,
kita tak tahu apa yang akan terjadi dan apa yang akan kita temui
yang kita tahu,s suatu hari nanti kita akan menemui sebuah keindahan alam
keindahan yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata
Subscribe to:
Posts (Atom)